Beberapa Bulan Setelah Aborsi di Klinik Jakarta Pusat

May 10, 2017

Ini adalah postingan kedua saya setelah beberapa bulan tidak update. Ya, blog ini hanya sekedar tempat curahan hati saya saja sekaligus share pengalaman tentang aborsi saya di tahun 2016 lalu.

Saya minta maaf kalau dipostingan sebelumnya komentar teman-teman baru saya balas hari ini. Btw ternyata blog saya ini bisa bermanfaat. Ya walau pengalaman yang pahit tapi saya rasa bisa menjadi manfaat kalau anda memandang dari sudut pandang tertentu :)

Baik pada kali ini saya akan share kondisi dan apa saja yang terjadi pada saya setelah aborsi beberapa bulan lalu itu. Jujur sampai sekarang ini tidak ada tanda-tanda negatif yang muncul. Saya merasa sehat, fit dan normal seperti sedia kala.

Sebenarnya pada kesempatan ini saya juga ingin menguncapkan terimakasih kepada Klinik Aborsi Jakarta yang pernah saya datangi ini dan telah melayani saya dengan sangat baik. Karena telah melakukan kuretase aborsi dengan sangat efektif. cepat, tuntas dan tanpa efek samping macem-macem yang saya rasakan. Ya, paling hanya flek darah setelah aborsi selama kurang lebih 1 minggu.

Pada waktu itu efek samping yang terjadi setelah saya aborsi adalah flek darah saja selama beberapa hari. Ini udah saya ceritakan dipostingan sebelumnya. disini

Proses aborsi itu sangat cepat, hanya memakan waktu sekitar 10 menitan kata dokternya. Waktu itu saya datang sekitar jam 2 siang dan bisa pulang di jam 4. Yang saya rasakan hanya sedikit mulas seperti saat sedang haid sewaktu diruangan tindak nya. Penanganan dengan dokter spesialis membuat saya tidak terlalu heran tindakan aborsi itu berjalan dengan sukses.

Saya ingat pada saat konsultasi sebelum aborsi itu saya pernah bertanya kepada dokter

"Apakah setelah menjalani aborsi ini saya akan bisa hamil lagi dok?" dan dokter itu menjawab dengan cepat

"Ya. pasti bisa dong. mbak tenang saja, kuret/aborsi ini adalah tindakan dengan standart kedokteran medis Spesialis obstetri dan ginekologi. Sama sekali tidak mempengaruhi fertilitas wanita. jika ditangani dengan benar ya tentunya. Setiap tindakan medis kan pasti memiliki resiko, nah tetapi prosedur vakum ini adalah metode aborsi yang paling aman hingga saat ini karena metodenya penyedotan bukan bedah operasi seperti cesar"

Begitulah kira-kira.....

konsultasi kehamilan
ilustrasi

Ketenangan-ketenangan yang diberikan dokterlah yang menjadikan saya bersedia untuk melakukan tindakan aborsi. Padahal saya amat sangat takut. Dokter mengatakan bahwa tidak ada rasa sakit hanya mulas dan tindakan hanya berlangsung 5-10 menit untuk kehamilan dibawah 3 bulan.

Penyedotan dilakukan dari mulut rahim. Jadi tidak ada pengrobekan, penjahitan seperti pembedahan pada umumnya. Beliau juga bilang kalau diusia segitu janin masih bebentk gumpalan darah saja.

Dan endingnya.. I'm here r n...
Kondisi saya sehat sehat saja. tidak ada keluhan sama sekali. dan memang pada saat seminggu setelah tindakan aborsi dilakukan setiap pasien diwajibkan kontrol (USG). Untuk memastikan apakah tindakan aborsi berjalan dengan tuntas dan bersih. Dan saya dinyatakan bersih dan tuntas pada saat itu sehingga saya sudah boleh beraktifitas sesuka hati.

Didalam perut saya pun sudah tidak ada janin lagi, tapi test pack masih "positif". Ini diakibatkan hormon saya yang masih apa yaa.. aku juga lupa kata dokter waktu itu. yang jelas setelah sekitar 1 bulan lagi barulah test pack menunjukkan tanda "negatif".

Bagi kamu yang binggung dan mulai mencari tempat aborsi yang aman dan terpercaya. Kamu bisa baca-baca pengalaman aku di blog ini. Karena saya yakin kamu pasti membutuhkannya. Sama seperti saya dulu mencari tahu di internet pengalaman orang lain. eeeh tapi tidak ada satupun saya temukan. hehe.

Kalau ada yang ingin tanya-tanya di kolom komentar. silahkan. tapi kemungkinan besar saya balasnya kalau sempat ya :)