cerita aborsi

Yay! Saya Ulang Tahun. Mari Mengenang dan Temani Saya Mengabadikannya Disini

July 01, 2017

Hallo teman. Kembali lagi dengan tulisan ketiga saya ini. Bagaimana kabarnya? Semoga baik-baik saja ya.

Hari ini adalah tepat saya berusia 21 tahun. Dan diulang tahun saya ini. Dihari bahagia ini. sepertinya saya harus mengulang dan mengingat-ingat kenangan pahit saya di masa lalu ya. :( Selain kenangan yang manis dan indah-indah, kenangan pahit itu juga perlu untuk di ingat. Karena disitulah pelajaran berharga bisa kita dapat.

Berhubung ini adalah blog tentang cerita orang yang melakukan aborsi. *hehe Maka saya akan kembali mengingat dan menuliskan sesuatu yang masih belum saya tulis pada pengalaman aborsi saya terdahulu.

Bagi teman-teman yang belum membaca pengalaman aborsi saya, bisa mulai dari postingan pertama saya disini : https://dizainernotdizaster.blogspot.co.id/2016/06/pengalaman-aborsi-di-klinik-aborsi-jakarta.html

Baiklah, kalau teman-teman sudah membaca postingan awal saya tersebut pasti sudah mengetahui kalau beberapa bulan yang lalu di tahun lalu (2016) saya melakukan pengguguran kandungan di klinik aborsi. Bagi anda yang belum mengetahui bagaimana perasaan saya saat itu mari lanjutkan membaca. Karena saya sebentar lagi akan mengingat sambil menuliskan bagaimana perasaan saya sebelum dan sesudah aborsi di salah satu klinik di jakarta itu.

Pada waktu itu, saat sedang duduk bersama dengan teman-teman saya di sebuah sevel di bilangan jakarta barat. Saya merasakan sesuatu yang aneh pada tubuh saya. Badan terasa pegal dan perut terasa mual. Semakin lama rasa mual itu semakin menjadi.

Tanpa mengucap sepatah katapun kepada teman-teman saya pada waktu itu saya langsung ke WC di sevel. Disana saya muntah. Pada saat itu saya mengatakan ke temen-temen saya kalau saya muntah di WC. Eh.. ada yang nyeletuk "Hamil lo ya?". Disitu saya terkejut dan dibarengi dengan tawa oleh teman-teman saya. Mungkin mereka itu menganggap kalau itu sebuah candaan, tapi bagi saya itu sesuatu yang patut dicurigai. Karena saya memang beberapa bulan yang lalu pernah melakukan hubungan badan dengan pacar.

Salah satu teman saya setelah itu menambahkan "Masuk angin lo itu, yaudah yuk kita balik aja kalo gitu". Diperjalanan pulang, saya masih dibawah bayang-bayang pikiran "Gimana kalau ini memang hamil?". WOW. itu rasanya.. Gatau deh ya. Mungkin gue bakalan di DO dari kampus dan orang tua gue bakal marah besar sekaligus rasa malu yang gak bisa diungkapkan dengan kata-kata.

Setelah gue browsing kesana kemari saya melihat gejala-gejala ini sama persis seperti tanda-tanda kehamilan. Besok saya langsung membeli test pack di apotek. Dan memang benar, hasilnya positif. Hari itu juga saya mengajak pacar saya ketemu dan ngobrol masalah ini dan mencari solusinya. Singkat cerita, kami akhirnya memutuskan untuk melakukan aborsi di klinik. Waktu itu kami memilih klinik aborsi Pusat Klinik Aborsi Jakarta deh saya tidak salah.


Setelah saya melakukan aborsi, perasaan saya campur aduk! Lega tapi juga sedih atau merasa kehilangan. Saya berduka karena harus kehilangan anak pertama saya. Itu sedih banget waktu itu. Saya harus 2 hari mengurung diri dan merenung agar kemudian menghadapi hari saya seperti biasa. Mungkin teman-teman wanita yang udah pernah aborsi ada yang lebih parah lagi ya, misal:


  • Aborsi sendiri (maksudnya:tidak ada pasangan yang menemani anda) Anda akan sulit untuk mendapatkan akses aborsi karena mencari cari cara sendiri untuk bagaimana melakukan aborsi
  • Merasa sendiri untuk membuat keputusan
  • Ditipu oleh penjual obat aborsi online
  • Salah memilih cara aborsi yang terbaik


Kalau dibandingkan dengan itu, mungkin yang saya alami ini sedikit lebih baik dibanding mereka. Tapi itu saja sangat menyedihkan bagi saya. Setelah beberapa minggu setelah aborsi, saya merasa harus lebih menjaga diri dan lebih dekat lagi kepada Tuhan sekaligus memohon ampunannya. Hmm.. Sungguh pelajaran yang sangat berharga dihidup saya.

Beberapa Bulan Setelah Aborsi di Klinik Jakarta Pusat

May 10, 2017

Ini adalah postingan kedua saya setelah beberapa bulan tidak update. Ya, blog ini hanya sekedar tempat curahan hati saya saja sekaligus share pengalaman tentang aborsi saya di tahun 2016 lalu.

Saya minta maaf kalau dipostingan sebelumnya komentar teman-teman baru saya balas hari ini.

Baik pada kali ini saya akan share kondisi dan apa saja yang terjadi pada saya setelah aborsi beberapa bulan lalu itu. Jujur sampai sekarang ini tidak ada tanda-tanda negatif yang muncul. Saya merasa sehat, fit dan normal seperti sedia kala.

Sebenarnya pada kesempatan ini saya juga ingin menguncapkan terimakasih kepada grup medis Pusat Klinik Aborsi Jakarta karena telah melakukan aborsi dengan cepat, tuntas dan tanpa efek samping yang saya rasakan. Pada waktu itu efek samping yang terjadi setelah saya aborsi adalah flek darah saja selama beberapa hari. Mungkin ini udah saya share dipostingan sebelumnya.

Proses aborsi itu sangat cepat, hanya memakan waktu sekitar 10 menit. Yang saya rasakan hanya mulas seperti haid. Penanganan dengan dokter spesialis membuat saya tidak terlalu heran tindakan aborsi itu berjalan dengan sukses.

Saya ingat pada saat konsultasi sebelum aborsi itu saya pernah bertanya kepada dokter "Apakah setelah menjalani aborsi ini saya akan bisa hamil lagi dok?" dan dokter itu menjawab dengan cepat "Ya. pasti bisa dong. Mba tenang saja, tindakan aborsi ini adalah tindakan aborsi dengan standart medis Spesialis obstetri dan ginekologi. Sama sekali tidak mempengaruhi fertilitas wanita."

konsultasi kehamilan
ilustrasi

Ketenangan-ketenangan yang diberikan dokterlah yang menjadikan saya bersedia untuk melakukan tindakan aborsi. Padahal saya amat sangat takut. Dokter mengatakan bahwa tidak ada rasa sakit hanya mulas dan tindakan hanya berlangsung 5-10 menit untuk kehamilan dibawah 3 bulan.

Penyedotan dilakukan dari mulut rahim. Jadi tidak ada pengrobekan, penjahitan seperti pembedahan pada umumnya. Beliau juga bilang kalau diusia segitu janin masih bebentk gumpalan darah.

Dan endingnya.. sekarang inilah.

Kondisi saya sehat sehat saja. tidak ada keluhan sama sekali. dan memang pada saat seminggu setelah tindakan aborsi dilakukan setiap pasien diwajibkan kontrol (USG). Untuk memastikan apakah tindakan aborsi berjalan dengan tuntas dan bersih. Dan saya dinyatakan bersih dan tuntas pada saat itu sehingga saya sudah boleh beraktifitas seperti biasa.

Didalam perut saya pun sudah tidak ada janin lagi, tapi test pack masih positif. Ini diakibatkan hormon saya yang masih apa yaa.. aku juga lupa kata dokter waktu itu. yang jelas setelah sekitar 1 bulan lagi baru test pack menunjukkan tanda "negatif".

Bagi kamu yang binggung dan mulai mencari tempat aborsi yang aman dan terpercaya. Kamu bisa baca-baca pengalaman aku ini. Karena saya yakin anda pasti membutuhkannya. Sama seperti saya dulu mencari tahu di internet pengalaman orang lain.

Silahkan kalau ada yang ingin bertanya di kolom komentar.

Pengalaman Aborsi di Salah Satu Klinik Aborsi di Jakarta

June 16, 2016

Hampir dipastikan setiap wanita tidak ingin anaknya, darah dagingnya harus diaborsi. Aborsi selalu terdengar negatif ditelinga kita. Hampir semua orang mengutuk tindakan "pembunuhan bayi" ini. Walaupun begitu tetap saja aborsi menjamur dan menjangkiti Indonesia dari hari ke hari.


Jumlah wanita yang melakukan aborsi di Indonesia tercatat hampir 1100 orang per bulannya. Jumlah yang tergolong tidak sedikit menurut saya. Mengingat aborsi di Indonesia masih dilarang kecuali dengan alasan-alasan tertentu.

Tindakan aborsi di Indonesia bermacam-macam caranya, ada yang dilakukan sendiri dan ada yang dilakukan dengan bantuan medis/orang lain. Nah aborsi yang dilakukan di Jakarta umumnya dilakukan oleh bantuan medis. yaitu dengan dokter spesialis. Namun tidak semua klinik aborsi benar-benar ditangani oleh dokter spesialis. Banyak dokter gadungan yang mengaku dokter spesialis, dengan bermodalkan pengetahuan tindakan /praktek aborsi yang seadanya.

Sangat membahayakan!

Untuk mereka yang melakukan aborsi di luar Jakarta, setelah membaca dan sedikit mengamati (semoga tidak salah), Mereka melakukan aborsi ke bidan atau ke dukun beranak. Tenaga dokter spesialis hanya dapat ditemui di rumah sakit dan itupun tidak akan ada yang mau melakukan tindakan aborsi yang ilegal seperti hamil diluar nikah.

Sulit mencari praktek dokter spesialis yang mau melakukan aborsi. Yang paling mudah adalah mencari di Jakarta.

Seperti yang anda lihat sendiri, jika kamu mengetikkan kata kunci "klinik aborsi di jakarta" maka akan sangat banyak website-website yang tertera. Nah ini yang jadi masalah anda selanjutnya, anda akan kebingungan memilih mana yang benar-benar praktek klinik aborsi yang terpercaya..

Situs-situs yang tertera di internet kebanyakan adalah penjual obat-obat aborsi dan para calo-calo aborsi. Para calo aborsi ini akan mengirimkan anda keklinik yang ditangani oleh dokter gadungan.

Satu-satunya cara adalah anda harus mencari review atau pengalaman aborsi orang lain yang pernah melakukan aborsi di Jakarta. Inilah kegunaan blog ini. Kalau anda ingin membaca review saya ini silahkan lanjut membaca.

Pengalaman Aborsi di Jakarta

3 tahun yang lalu saya pernah melakukan aborsi di Jakarta, tepatnya di Jakarta Pusat. Yah, disana memang terkenal banyak klinik aborsi. Pengalaman aborsi saya ini berdasarkan rekomendasi oleh teman. Pusat Klinik Aborsi Jakarta. Itulah nama grup medik mereka. Memiliki formasi tim medis yang profesional dan DOKTER SPESIALIS KANDUNGAN BERPENGALAMAN membuat saya langsung mempercayakan keselamatan aborsi saya ke klinik tersebut.

klinik aborsi di Jakarta
image : ducereinvestmentgroup.com


Singkat cerita, tindakan aborsi ternyata sangat cepat yakni hanya memakan waktu 10 menit saja. Dokter menjelaskan bahwa usia kandungan saya masih dibawah 3 bulan sehingga janin masih berbentuk gumpalan darah sehingga tindakan aborsi dilakukan hanya dengan metode penyedotan (vakum kuretase). Selama seminggu setelah saya melakukan tindakan aborsi itu, setiap hari saya mengeluarkan flek-flek darah seperti saat sedang haid. Mungkin ini reaksi dari obatnya, pikirku waktu itu. Ya, dokter memberikan ku 3 jenis obat yang diminum 2 kali sehari selama 1 minggu. Nah setelah 1 minggu saya dianjurkan datang kembali untuk USG memastikan kondisi rahim saya benar-benar bersih dan dinyatakan sehat/normal.

Oh iya, website Pusat Klinik Aborsi Jakarta ini ada 2 : pusatklinikaborsi.com dan kuretase.com

Kata dokter flek darah itu normal karena itu sebagian dari proses penuntasan. Proses penuntasan maksudnya adalah pembersihan rahim oleh sisa-sisa janin yang tertinggal. Setelah 1 minggu saya datang kembali ke klinik aborsi di Jakarta tersebut, rahim saya akhirnya dinyatakan sehat seperti sediakala.

And, it's work. Semua berjalan sampai hari ini saya menulis artikel ini. Janin saya benar-benar sukses di aborsi, sebenarnya saya masih percaya tidak percaya bahwa ada klinik aborsi yang dilakukan oleh dokter spesialis seperti itu. Berdasarkan penilaian saya sih, dokter aborsi tersebut sangat meyakinkan dalam menjelaskan secara teori maupun prakteknya aborsi nya. dan terdapat plang dokter didepan kliniknya. Umurnya sekitar 50 tahun.

Itulah pengalaman saya melakukan aborsi di Pusat Klinik Aborsi Jakarta. Dan hanya klinik aborsi tersebut yang saya tahu, maka saya tidak bisa membuat perbandingan dengan klinik-klinik lainnya.
Dan ini setelah beberapa bulan saya aborsi, Ulasannya bisa baca disini Beberapa bulan setelah aborsi di klinik jakarta pusat.

Sekian dari saya, semoga review dan pengalaman ini bermanfaat bagi teman-temans sekalian.
Salam.